Semarang—Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Diponegoro menyelenggarakan kegiatan Article Subsmission Camp di Hotel Wahid Prime Salatiga pada tanggal 26 dan 27 Juni 2026. Kegiatan yang dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang IV Undip Wijayanto, S.IP., M.Si., PhD., Ketua LPPM Undip Prof. Dr. Ing. Ir. Suherman, S.T., M.T., Wakil Ketua LPPM Undip Bidang Penelitian serta moderator kegiatan Prof. Firmansyah, S.E., M.Si., Ph.D., dan Wakil Ketua LPPM Undip Bidang Pengabdian Prof. dr. Achmad Zulfa Juniarto, M.Si.Med., Sp.And (K).,M.M.R., Ph.D. ini mengundang narasumber utama yaitu Prof. Ir. Tutuk Djoko Kusworo, S.T., M.Eng., PhD. dan Juventus Jaya (Country Manager Editage). Para peserta camp ini berjumlah 97 orang, yang terdiri dari dosen dan para mahasiswa, yang didominasi oleh mahasiswa pasca sarjana Universitas Diponegoro. Article Submission Camp yang diadakan selama dua hari ini, diarahkan untuk meningkatkan publikasi internasional oleh sivitas akademika Universitas Diponegoro, baik dosen peneliti maupun mahasiswa. Para peserta didorong untuk melakukan submit draft artikel yang telah dipersiapkan sebelumnya dan mendapat pendampingan khusus dari LPPM Undip.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor IV menyampaikan, “Saya mewakili Pak Rektor ingin menyampaikan terima kasih dan rasa syukur dari Pak Rektor atas terselenggaranya kegiatan ini. Selain itu, terima kasih juga disampaikan kepada para peserta Article Submission Camp yang berkontribusi pada pencapaian publikasi internasional Undip. Dalam kegiatan ini, kita bisa saling berbagi dan berdiskusi mengenai kendala yang dihadapi penulis”. Pernyataan ini senada dengan sambutan Ketua LPPM yang menyatakan, “Kami berharap seluruh artikel Bapak Ibu tersubmit dengan lancar, karena ke depan setiap dosen Undip harus memiki (artikel) publikasi scopus”. Pada sesi diskusi, moderator acara menjelaskan bahwa para narasumber yang dihadirkan akan berbagi ilmu dan memberikan tip kepada para peserta mengenai cara mempublikasikan artikel pada jurnal internasional bereputasi tinggi (Q1) serta menggunakan teknologi (Artificial Intelligence) untuk menjadi “asisten” peneliti yang tepat bagi para dosen.
